MENGARTIKAN AGAMA MENGGUNAKAN PENDEKATAN FILSAFAT

Ketika seseorang mulai menyadari eksistensi dirinya, maka timbullah tanda-tanya dalam hatinya sendiri,tentang banyak hal.dalam lubuk hatinya yang dalam,memancarkan kecenderungan untuk tahu rahasia yang masih merupakan misteri yang terselubung itulah fitrah manusia,dengan fitrah itu manusia bergolak mencari dan merindukan tuhan, dari mulai bentuk yang dangkal dan bersahaja,berupa perasaan sampai ketingkat yang lebih tinggi berupa penggunaan akal ( Filsafat ).

Boleh jadi fitrah ini sesekali ketutup kabut kegelapan sehingga nampak manusia tidak mau tau siapa penciptanya, namun kekuatan fitrah ini tidak dapat dihapuskn sama sekali, dia sewaktu-waktu muncul kepermukaan lautan kesadaran memanifestasikan kecenderungan merindukan tuhannya yang begitu baik budi dan betapa bahagianya para pencari tuhan yang merindukan penciptanya,ketika mereka disambut mesra, oleh tuhannya,dalam bentuk petunjuk yang diwahyukan oleh rosulnya,disinilah terdapat perpaduan antara naluri, akal dan wahyu yang membuahkan ma’rifat pengenalan terhadap Allah dengan sebenar-benarnya.

BAB 1
PEMBAHASAN
MENGARTIKAN AGAMA MENGGUNAKAN PENDEKATAN FILSAFAT

A. Sejarah filsafat islam

Telah dimaklumi bahwa peradaban Yunani pada umumnya sangat menarik perhatian kaum muslimin, terutama sesudah adanya penterjemahan buku-buku Yunani kedalam bahasa Arab sejak zaman Al-Mansur (kurang lebih pertengahan abad 1 H) sampai di antara ilmu Yunanai yang menarik kaum muslimin ialah retorica Yunani yang sangat mempengaruhi retorika Arab. Filsafat Yunani juga tidak kalah pengaruhnya karena bukan saja dikalangan mutakallimin yang hanya mengambilnya sebagai alat memperkuat dalil-dalil kepercayaan Islam dalam menghadapi lawan-lawannya, tetapi juga di kalangan mereka yang terkenal dengan nama filosof-filosof Islam, seperti al-Kindy, al-Faraby, Ibnu Sina, dan lain-lain. Berbeda dengan mutakallimin, mereka mengambil seluruhnya filsafat Yunanidan mempertemukanya dengan ajaran-ajaran agam islam yang menurut lahirnya berlawanan.

Memang filsafat Yunani sudah lama masuk dikalangan kaum muslimin sebelum masa al-Kindy, baik yang langsung dari Yunani, maupaun yang melalui orang-orang Masehi Nesturiah dan Ya’kubiyah. Akan tetapi orang ynag mempelajari filsafat Yunani secara keseluruhan yang berhak dinamakan filosof Islam baru al-Kindy. Perhatian pada filsafat memuncak pada zaman Khalifah Al-Makmun (813-833) putra Harun Al-Rasyid. Utusan-utusan yang dikirim kekerajaan Bizantium mencari Manuskrip yang kemudian dibawa ke Baghdad dan diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Untuk keperluan penerjemahan itu AL-Makmun mendirikan Bait al-Hikmah (Widya Graha) di Baghdad yang dipimpin oleh Hunain bin Ishak, seorang penganut agama Kristen yang berasal dari Hirah, ia pernah pergi ke Yunani dan belajar bahasa Yunani, disamping menguasai bahasa Syiria (suryani) yang dizaman itu merupakan salah satu bahasa ilmiah. Sebagian besar karya Aristoteles, Plato dan buku-buku mengenai Neo-Platonisme diterjemahkan kedalam bahasa arab.
Pada permulaanya tradisi pelajaran ilmu agama dibawah pegaruh terjemahan-terjemahan bahasa Arab, karya-karya filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani abad ke-2/8, bercabang dan mengembang kedalam gerakan pemikiran ilmu pengetahuan dan filsafat yang kukuh dan cemerlang yang menghasilkan karya-karya bernilai besar dan orisinal dari abad ke-3/9 hingga abad ke 6/12. dampaknya atas pemikiran islam dan perkembanganya dengan cara penyerapan dan bereaksi. Sebagaimana pengganti doktrin-doktrin filsafat individual yang diberikan oleh sejumlah filosof .

Pengertian Agama

Kata “Agama” berasal dari kata sanksekerta,yang asal katanya A dan Gama,A artinya “tidak” dan Gama artinya kocar-kacir atau berantakan,Yang dapat kita simpulkan Agama adalah tidak kocar-kacir ( Tidak berantakan )

Menurut istilah Agama adalah peraturan tuhan yang diturunkanNya kepada manusia melalui Rosulnya untuk menjadi pedoman bagi manusia dalam melaksanakan kehidupan dan penghidupan mereka didalam segala aspeknya agar mereka mencapai kejayaan hidup secara lahir dan batin serta dunia dan akhirat.

Pengertian agama menurut Harun nasution yaitu :

1.Pengakuan terhadap adanyahubungan manusia dengan kekuatan yang harus dipatuhi.
2.pengakuan terhadap adanya kekuatan ghaib yang menguasai manusia.
3.Mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia yang mempengaruhi perbuatan manusia.
4.KePercayaan pada suatu kekuatan ghaib yang menimbulkan cara hidup tertentu
5.Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari kekuatan ghaib
6.Pengakuan terhadap adanya kewajiban yag diyakini bersumber pada kekuatan ghaib.
7.Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah dan takut .
8.Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah dan takut terhadap perasaan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia.
9.Ajaran yang diwahyukan tuhan kepada manusia melalui seorang rasul.

Pengertian Agama menurut I. G. Frazer

Adalah menyemmbah atau menghormati kekuatan yang lebih agung dari pada manusia yang dianggap mengatur dan menguasai jalannya alam semesta dan jalannya kehidupan manusia.

Pengertian Agama Menurut Prof.K.H.M Thaib thohir Abdul muin

Adalah suatu perturan tuhan yang mendorong jiwa seseorng yang mempunyai akal, memegang peraturan tuhannya itu dengan kehendaknya sendiri untuk mencapai kebaikan hidup dan kebahagiaan kelak ( Istilah ini meliputi kepercayaan dan perbuatan ).

Jadi Pengertian Agama Adalah suatu ajaran untuk mempercayai adany a kekuatan ghaib diluar diri manusia yang mengatur cara hidup,system tingkah laku manusia yang diwahyukan tuhan kepada seorang rosul untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

Mengapa manusia harus beragama yaitu:

1.Keterbatasan kemampuan manusia
2.Memberikan makanan rohani
3.Memenuhi tuntutan kita
4.Menanggulangi kegelisahan
5.Ingin bahagia
6.Memelihara martabat manusia
7.Sumber prinsip-prinsip hidup
8.Sumber hokum
9.Dengan adanya agama kita dapat mengenal Allah
10.Dengan agama kita dapat mengenal manusia
11.Memenuhi tujuan Allah menciptakan manusia

Pengertian Filsafat

Pengertian filsfat itu sendiri beraneka ragam,dan Ada beberapa pendapat mengenai filsafat yaitu diantaranya:
1.Menurut Thomas Hobbes, filsafat adalah ilmu yang menerangkan hasil dan sebab atau sebab dan hasilnya

2.Menurut Aristoteles,Filsafat adalah ilmu tentang kebenaran

3.Menurut Plato ,bahwa Filsafat bukanlah pengetahuan kebijaksanaan, kepndaiaan melainkan, kegemaran dan kemauan untuk mendapatkan pengetahuan yang luhur itu.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang kebenaran,tentang bagaimana ilmu itu dipelajari secara mendalam

Objek pembagian Filsafat

Objek filsafat adalah mencari keterngan sedalam-dalamnya,disinilah kita ketahui sesuatu yang ada atau yang berwujud yang menjadikan penyelidikan dan menjadi pembagian filsafat menurut objecnya yaitu:
1.Umum
2.Mutlak
3.Cosmologia
4.Antropologia
5.Etika
6.Logika

Filsafat Ketuhanan ( Theologi Filsafat )

Menurut Prof.Dr.D.C Mulder ( 1972,Hal 30 ) Filsafat Agama merupakan bagian filsafat ketuhanan,filsafat ketuhanan termasuk filsafat sistematis yang mempelajari Cosmologia,manusia dengan Tuhannya

Filsafat ketuhanan ( Theologi Filsafat ) yaitu hikmah kebijaksanaan menggunakan akal pikiran dalam menyelidiki ada dan esanya Tuhan.

Untuk pembahasn secara khusus biasanya istilah teologi dikaitkan dengan keterangan kualifikasi, mislnya: theology Kristen, theology protestan, theology budha, theology hindu, dan theology islam.

Dalam pembahasan makalah ini kami akan mengkhususkan pada pembahasan theology islam. Dan di dalam agama islam terdapat istilah ilmu tauhid dan ilmu kalam, untuk membahas masalah ketuhanan adalah tauhid ( mengesakan dan menganggap satu).

Ilmu tauhid menurut islam adalah ilmu yang menerangkan tentang sifat Tuhan yang wajib diketahui dan dipercayai dimana bagian terpenting adalah pembahasan mengenai keesaan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya
Pentingnya kedudukan dan fungsi filsafat

Al-quran menyuruh manusia menggunakan akal

Al-Quran adalah pedoman bagi umat manusia untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan tuntunan Rabbnya,karena di dalam Al-Quran semua permasalahan diatur dengan baik. Al-Quran juga merupakan firman-firman Allah penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya, yang didalamnya tidak hanya berisi tentang tauhid saja tetapi didalamnya mengajarkan hikmah dan juga terdapat alasan-alasan yang dapat diterima secara logika. Dengan kata lain bahwa doktrin adanya Tuhan tidak hanya disuruh percaya begitu saja tetapi sebelum itu diberikan kesempatan berfikir lurus.

Rasio (akal) merupakan salah satu dari perangkat anugrah (hidayah) yang diberikan Tuhan kepada manusia. Didalam Al-quran terdapat banyak ayat dalam bentuk yang bervariasimenyuruh mnusia menggunakan akalnya dengan baik, memikirkan alam disamping mengingat dan menyebut Penciptanya Allah SWT. Ada beberapa ayat yang memerintahkan menusia menggunakan akalnya untuk memikirkan alam ini, yaitu surat Al-Hajj 22:46,Al-Imron 3:190-191,Ar-Rum 30: 8, Al-Ankabut 29:43,Al-Arof 7: 185,Al-Qof 50: 6-11,dan Al- Fatir 3: 27-28.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa mengartikan agama dengan menggunakan ilmu filsafat adalah filsafat sebagai media untuk manusia mencari makna Tuhan atau ma’rifatullah secara mendalam, dan menggunakan logikanya sebagai alat pencari makna islam itu sendiri.tetapi yang perlu digarisbawahi, logika manusia memiliki keterbatasan. Sehingga Al-Quran tidak semua ayatnya dapat di terjemahkan secara logika,contohnya saja ayat tentang ruh.

Pendekatan filosofis

Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata philo yang berarti cinta kepada kebenaran, ilmu dan hikmah. Selain itu filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, mencoba menautkan sebab dan akibat serta berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.

Menurut Sidi Gazalba, filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti hikmah atau mengenai hakikat segala sesuatu yang ada Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa filsafat pada intinya upaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengenai sesuatu yang ada dibalik objek formalnya.

Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas dan inti yang terdapat di balik yang bersifat lahiriah. Sebagai contoh, kita jumpai berbagai bentuk rumah dengan kualitas yang berbeda, tatapi semua rumah itu intinya adalah sebagai tempat tinggal. Kegiatan berfikir untuk menemukan hakikat itu dilakukan secara mendalam .berfikir secara filosofis tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama.

Pendekatan Filosofis yang demikian itu sebenarnya sudah banyak dlakukan oleh para ahli. Misalnya dalam buku yang berjudul Hikmah Al-Taasyri’ Walfalsafalatuhu yang ditulis oleh Muhamad Al-Jurjawi. Dalam buku tersebut Al-urjawi berupaya mengungkapkan hikmah yang terdapat diballik ajaran-ajaran agama Islam.

Agama misalnya mengajarkan agar melaksanakan sholat berjamaah. Tujuannya antara lain agar seseorang merasakan hikmahnya hidup secara berdampingan dengan orang lain. Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak akan terjebak pada pengalaman agama yang bersifat formalistik, yakni mengamalkan agama dengan susah payah tapi tidak memiliki makna apa-apa, kosong tanpa arti. Yang mereka dapatkan dari pengalaman agama tersebut hanyalah pengakuan formalistik, misalnya sudah haji, sudah menunaikan rukun Islam yang kelima, dan berhenti sampai disitu. Mereka tidak dapat merasakan nilai-nilai spiritual yang terkandung didalamnya. Namun demikian, pendekatan filosofis ini tidak berarti menafikan atau menyepelekan bentuk pengalaman agama secara formal. Filsafat mempelajari segi batin yang bersifat esoterik. Sedangkan bentuk (formal) memfokuskan segi lahiriyah yang bersifat eksoterik.

Menurut Al-Kindi falsafat dan agama samawi tidak bisa bertentangan. Falsafat membahas kebenaran dan wahyu membawa informasi tentang kebenarandan wahyu membawa informasi tentang kebenaran. Di sinilah terletak persamaan antara falsafat dan agama, keduanya sama-sama membahas kebenaran. Selanjutnya, agama disamping wahyu mempergunakan akal dan falsafat menggunakan akal pula. Falsafat membahas kebenaran pertama (al-haqq al-awwal) dan agama itulah pula yang dijelaskannya.
Tuhan ialah Al-Haqq Al-Awaal. Falsafat yang paling tinggi ialah falsafat yang membahas Al-Haqq Al-Awwal itu. Membahas Tuhan itu diwajibkan dalam Islam. Oleh karena itu mempelajari filsafat dalam islam tidak dilarang.

Al-Farabi juga berpendapat demikian. tetapi baginya falsafat dapat mengganggu keyakinan orang awam. Oleh karena itu ia mengatakan bahwa falsafat tidak boleh dibocorkan dan tak boleh sampai ketangan orang awam.

Kalau filosof-filosof berpendapat bahwa filsafat tidak boleh jatuh ketangan orang awam, Al-Ghazali lebih dari itu mengatakan bahwa teologi pun tidak boleh disampaikan pada mereka. Bukan hanya filsafat yang dapat mengacaukan keyakinan, bahkan ilmu kalam dapat mengacaukan iman seseorang. Karena dalam memahami agama para filosof (kaum khawas) menggunakan arti batin yang tidak boleh disampaikan kepada orang awam yang menggunakan arti lahir.

Refrensi :

•Hady Aslam.Dr,Pengantar Filsafat Agama.Jakarta, CV Rajawali,1986
•Zaini Syahminan.Drs,Mengapa Manusia Harus Beragama.Jakarta,Kalam Mulia,1986.Cet 1
•Ya’qub Hamzah.H.Dr,Filsafat Agama Titik Temu Akal Dengan Ilmu.Jakarta,Pedoman Ilmu Jaya,1992
•Harifuddin.H.Drs,Rasjidi.M.H.Dr.Prof,Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat.Jakarta,Bulan Bintang,1988
•www.ariffadholi.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar